SERANG, MEDIAKITANEWS.COM – Persoalan kekurangan tenaga pendidik masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemerintah Kota Serang. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang mencatat kebutuhan guru pada jenjang SD hingga SMP masih mencapai ratusan orang.
Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pemetaan secara komprehensif untuk mengetahui kebutuhan guru pada tahun ajaran 2026/2027.
“Ratusan. Dari jenjang SD sampai SMP ada ratusan kekurangan guru yang memang perlu ada penambahan dari kita,” ujar Ahmad Nuri, Selasa (11 Agustus 2026).
Nuri menjelaskan, jumlah tersebut merupakan kebutuhan tenaga guru di sekolah dan tidak seluruhnya menunjukkan kekurangan guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).
Di tengah keterbatasan tersebut, Kota Serang mendapat tambahan tenaga pendidik melalui program Teach First Indonesia (TFI). Sebanyak 14 guru dari berbagai daerah di Indonesia kini ditempatkan di sejumlah sekolah dasar dan akan menjalankan tugas selama dua tahun.
“Alhamdulillah Kota Serang menjadi daerah terpilih dari organisasi internasional ini untuk mencerdaskan anak bangsa. Mereka sudah mengerjakan di beberapa sekolah,” katanya.
Menurut Nuri, para guru TFI ditempatkan di sejumlah wilayah, di antaranya Kasemen, Serang, Gempol, dan Karangantu. Mereka menjalankan tugas sebagai guru kelas maupun wali kelas.
“Selama dua tahun mereka menjadi guru mata pelajaran dan guru wali kelas di masing-masing satuan pendidikan, terutama di SD,” jelasnya.
Keberadaan 14 guru tersebut dinilai memberikan tambahan energi bagi Dindikbud Kota Serang dalam menghadapi persoalan keterbatasan tenaga pendidik.
Selain membantu proses belajar mengajar, mereka juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan di sekolah sasaran.
“Saya meyakini betul dengan adanya TFI ini menambah energi baru bagi Kota Serang, khususnya di Dinas Pendidikan, dalam rangka mempercepat Kota Serang cerdas dan berbudaya,” ungkapnya.
Nuri mengatakan, kontribusi guru TFI tidak hanya diukur dari jumlah tenaga pengajar yang tersedia. Para guru tersebut juga membawa praktik pembelajaran baru berdasarkan pengalaman mereka mengajar di berbagai daerah.
“Mereka melakukan praktik-praktik baik, mengonsolidasikan guru-guru yang ada di satuan pendidikan di Gempol misalkan. Mereka semua terus melakukan pendekatan-pendekatan yang fresh di sana,” tuturnya.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penyampaian materi pelajaran, tetapi juga pembentukan karakter dan peningkatan motivasi siswa.
Nuri bahwa mencontohkan, terdapat guru TFI yang melakukan pendekatan secara langsung dengan mendatangi rumah siswa yang sebelumnya enggan bersekolah.
Upaya tersebut disebut mampu membangkitkan kembali semangat siswa untuk mengikuti pendidikan.
“Ini yang penting, menambah kegairahan mereka dan mereka terus membangun itu semua untuk menambah suasana baru di sekolah agar mereka juga mempercepat menyerap ilmu pengetahuan, terutama di jenjang SD,” katanya.
Meski kehadiran guru TFI membantu mengisi kebutuhan tenaga pendidik, Dindikbud Kota Serang tetap menyiapkan langkah jangka panjang untuk menyelesaikan persoalan kekurangan guru.
Ahmad mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta pemerintah pusat. Pemetaan dilakukan untuk mengetahui secara rinci kebutuhan guru di setiap sekolah.
“Kita konsultasi dulu. Kita ke BKPSDM, konsultasi ke kementerian. Bagaimana ketika misalkan ternyata ada kekurangan guru,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan tersebut harus segera mendapatkan kebijakan dan solusi, terutama bagi sekolah yang kekurangan tenaga pendidik hingga berpotensi membuat seorang guru harus menangani beberapa kelas.
“Enggak mungkin juga kan. Ini saya kira yang harus kita bijaki dan harus ada kebijakan nasional untuk daerah-daerah yang kekurangan guru yang sekarang harus kita percepat pemenuhan kebutuhan gurunya tersebut,” pungkasnya.












