SERANG, MEDIAKITANEWS — Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten mengukuhkan lima guru besar dalam rangkaian Dies Natalis ke-64. Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) akademik sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.
Sidang senat terbuka pengukuhan guru besar digelar di Auditorium Gedung Rektorat Lantai 3 UIN SMH Banten. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, perwakilan Kementerian Agama RI, jajaran senat universitas, pimpinan lembaga daerah, serta sejumlah tamu undangan.
Rektor UIN SMH Banten, Prof. Muhammad Ishom, mengatakan, pengukuhan guru besar tidak sekadar menjadi pencapaian administratif kampus, tetapi juga harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, setiap profesor memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan keilmuan sesuai bidangnya sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di daerah.
Ia mencontohkan, kepakaran di bidang hukum ekonomi dan teknologi keuangan dapat menjawab tantangan perkembangan ekonomi digital. Sementara itu, keilmuan tasawuf diharapkan dapat berkontribusi dalam menghadapi persoalan sosial dan keharmonisan keluarga.
Di bidang pendidikan, kepakaran kepemimpinan pendidikan Islam dapat membantu meningkatkan profesionalisme pengelolaan sekolah dan madrasah, termasuk dalam pelaksanaan program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Adapun pengembangan metodologi pembelajaran bahasa Arab dinilai penting untuk memperkuat ekosistem pendidikan pesantren. Sementara kepakaran hukum otonomi daerah diharapkan dapat mendukung harmonisasi regulasi daerah dengan memperhatikan kearifan lokal Banten.
“Guru besar yang lahir dari UIN Banten tidak hanya luas dalam aspek teoritis saja, tetapi juga hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan masyarakat,” ujar Ishom, Kamis (15/10).
Dengan pengukuhan tersebut, jumlah guru besar UIN SMH Banten kini mencapai 30 orang. Pihak kampus menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 60 guru besar dalam empat hingga lima tahun ke depan.
Untuk mencapai target tersebut, Ishom berharap Pemerintah Provinsi Banten dapat memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui dukungan riset pembangunan daerah senilai Rp100 juta per proyek.
Menurutnya, dukungan penelitian diperlukan untuk memperkuat portofolio riset dan publikasi internasional bereputasi bagi dosen yang sedang menempuh proses menuju jabatan guru besar.
UIN SMH Banten juga menargetkan dapat meraih reputasi internasional pada 2045, termasuk melalui perluasan jejaring akademik dan peningkatan penerimaan mahasiswa asing pada jenjang sarjana hingga doktoral.
Sementara itu, Kasubdit Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, Dr. Muhammad Aziz Hakim, mengingatkan bahwa jabatan guru besar membawa tanggung jawab besar dalam menjaga integritas dan budaya akademik.
Ia menegaskan, profesor harus menjadi pemimpin keilmuan yang mampu memberikan teladan serta mendorong perkembangan ilmu pengetahuan.
“Seorang guru besar harus memastikan diri menjadi scientific leader, teladan akademik yang menjaga integritas, etika, dan budaya ilmiah, sekaligus agen perubahan yang menghadirkan ilmu pengetahuan untuk kemajuan perguruan tinggi dan masyarakat,” tegas Aziz.
Di sisi lain, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengapresiasi bertambahnya jumlah guru besar di UIN SMH Banten. Ia berharap para profesor dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui keahlian yang profesional, objektif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah.
Adapun lima guru besar yang dikukuhkan yakni:
1. Prof. Dr. Wazin, M.Si., dalam bidang Hukum Ekonomi dan Teknologi Keuangan;
2. Prof. Dr. Neng Muslihah, Ph.D., dalam bidang Kepemimpinan Pendidikan Islam;
3. Prof. Dr. Nana Jumhana, M.Ag., dalam bidang Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab;
4. Prof. Dr. Badruddin, M.Ag., dalam bidang Pendidikan Tasawuf;
5. Prof. Dr. Iin Ratnasumirat, S.H., M.Hum., dalam bidang Ilmu Hukum Otonomi Daerah.












