Berita

Zamaludin Dinilai Layak Diperhitungkan dalam Bursa Ketua DPRD Kota Tangerang

33
×

Zamaludin Dinilai Layak Diperhitungkan dalam Bursa Ketua DPRD Kota Tangerang

Share this article

TANGERANG – Proses seleksi calon Ketua DPRD Kota Tangerang mulai menjadi perhatian publik. Seleksi tersebut digelar untuk menentukan sosok yang akan menggantikan almarhum Rusdi Alam sebagai Ketua DPRD Kota Tangerang.

Tahapan pendaftaran calon pengganti Ketua DPRD Kota Tangerang berlangsung pada 11 hingga 13 Agustus 2026. Dalam proses tersebut, terdapat enam kader yang masuk dalam bursa, yakni Zamaludin, Supiani, Samsuni, Kosasih, Mustofa Kamaludin, dan Saiful Milah.

Salah satu nama yang cukup mendapat sorotan adalah Zamaludin. Selain masih aktif sebagai anggota DPRD Kota Tangerang, ia juga dikenal sebagai kader senior Partai Golkar. Zamaludin lahir pada 1 Februari 1961 dan saat ini berusia 65 tahun.

Pengalaman panjang di lingkungan internal partai serta kiprahnya sebagai legislator menjadi salah satu modal yang dibawanya dalam mengikuti tahapan seleksi Ketua DPRD Kota Tangerang.

Zamaludin menyatakan kesiapannya untuk mengikuti proses pencalonan tersebut. Ia menegaskan bahwa keikutsertaannya tidak semata-mata didorong oleh keinginan memperoleh jabatan, tetapi juga dilandasi tanggung jawab sebagai kader partai dan anggota DPRD untuk memastikan keberlangsungan tugas kelembagaan.

“Kalau saya ditanya kenapa ikut dalam proses ini, karena saya merasa sebagai kader partai dan anggota DPRD punya tanggung jawab. Setelah almarhum Pak Rusdi Alam meninggal dunia, tentu harus ada yang melanjutkan tugas-tugas kelembagaan DPRD,” ujar Ketua Harian DPD Partai Golkar Kota Tangerang ini kepada awak media, Jum’at (14/8).

Menurut Zamaludin, pengalaman yang telah diperolehnya selama berorganisasi maupun menjalankan tugas sebagai legislator menjadi salah satu pertimbangan dirinya untuk mengikuti proses tersebut.

“Saya merasa punya pengalaman, baik di organisasi maupun di legislatif. Pengalaman itu tentu bisa menjadi bekal kalau nantinya saya dipercaya untuk memimpin DPRD,” katanya.

Meski memiliki pengalaman dan senioritas, mantan Sekretaris DPD Golkar selama dua periode tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak menganggap senioritas sebagai dasar untuk mendapatkan posisi Ketua DPRD. Menurutnya, penentuan calon terpilih sepenuhnya mengikuti mekanisme dan keputusan yang ditetapkan oleh partai.

“Senioritas bagi saya bukan berarti merasa paling berhak. Itu hanya salah satu bagian dari pengalaman yang bisa menjadi pertimbangan. Semua kader yang masuk bursa tentu memiliki kapasitas dan kelebihan masing-masing,” ujarnya.

Zamaludin juga menyatakan kesiapannya untuk berkompetisi dengan kader lainnya yang turut mengikuti proses seleksi. Ia menekankan pentingnya menjaga persaingan tetap sehat karena seluruh kandidat merupakan kader dari partai yang sama.

“Saya menghormati semua teman-teman yang masuk dalam proses ini. Kita sama-sama kader Golkar dan sama-sama memiliki tanggung jawab terhadap partai serta masyarakat Kota Tangerang,” tutur Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Tangerang tersebut.

Dalam menentukan tiga nama yang nantinya akan diajukan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, DPD Golkar menerapkan sejumlah indikator penilaian.

Beberapa aspek yang menjadi pertimbangan meliputi kapasitas, kapabilitas, senioritas serta kriteria PDLT yang mencakup Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tidak Tercela.

Zamaludin menilai penggunaan sejumlah kriteria tersebut penting karena Ketua DPRD tidak hanya membutuhkan kemampuan dalam menjalankan fungsi politik, tetapi juga harus memiliki kapasitas untuk mengelola dan memimpin lembaga legislatif.

“Kalau bicara kriteria, tentu saya menyerahkan kepada tim seleksi. Yang jelas, kapasitas, kapabilitas, pengalaman, loyalitas dan rekam jejak harus menjadi pertimbangan,” jelas pria yang pernah menjabat Ketua Fraksi DPRD Kota 2019-2024 ini.

Zamaludin menyatakan dirinya siap menerima keputusan partai apabila nantinya dipercaya oleh DPP Partai Golkar untuk menduduki posisi Ketua DPRD Kota Tangerang. Sebaliknya, ia juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung apabila keputusan partai menetapkan kader lainnya.

“Kalau dipercaya, saya siap menjalankan amanah. Tetapi kalau keputusan partai menunjuk kader yang lain, saya juga harus menghormati dan mendukung keputusan tersebut. Karena bagi saya, kepentingan partai dan masyarakat lebih utama daripada kepentingan pribadi,” tegas Anggota Banggar DPRD Kota Tangerang ini.

Sementara itu, pengamat politik sekaligus mantan juru bicara Walikota Tangerang Sachrudin pada Pilkada 2024, Imron Hamami, menilai Zamaludin termasuk salah satu kandidat yang memiliki peluang untuk diperhitungkan dalam proses seleksi Ketua DPRD Kota Tangerang.

Menurut Imron, pengalaman Zamaludin dalam organisasi, kiprahnya di legislatif, serta posisinya sebagai kader senior di internal partai menjadi sejumlah faktor yang dapat menjadi nilai tambah.

“Kalau melihat dari sisi senioritas, pengalaman dan posisi di internal partai, Zamaludin memang menjadi salah satu figur yang perlu dipertimbangkan,” kata Imron.

Imron juga menilai bahwa Ketua DPRD membutuhkan figur yang tidak hanya memiliki pengalaman politik, tetapi juga mampu menjalankan fungsi kepemimpinan dan membangun komunikasi dengan berbagai pihak.

“Ketua DPRD itu bukan hanya soal jabatan. Ada kemampuan memimpin lembaga, membangun komunikasi politik, memahami dinamika pemerintahan dan menjaga hubungan kelembagaan,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Aktivis sekaligus Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tangerang 2018-2019, Tiba Yuda Laksana. Ia menilai Zamaludin merupakan salah satu figur yang layak dipertimbangkan dalam proses pemilihan Ketua DPRD Kota Tangerang.

“Sewaktu saya masih menjadi Ketua Umum HMI tahun 2018 di Kota Tangerang, beliau sangat terbuka untuk berdiskusi, dan mampu bergaul dengan para senior baik di HMI maupun dipartai golkar itu sendiri,” ujar Tiba.

“Menurut saya H Zamaludin sangat layak menjadi ketua Dewan Kota Tangerang menggantikan almarhum senior kami yaitu H Rusdi Alam,” tutupnya.