by

Minimalisir Konflik Kepentingan Pejabat Publik, Bengkel APPeK Gelar FGD bersama BK DPRD NTT

MediaKitaNews.com – Dalam rangka meminimalisir konflik kepentingan pejabat publik dalam bidang sumber daya alam, Bengkel APPeK NTT bersama ICW melakukan Focus Group Discussion (FGD) tentang Kode Etik DPRD NTT Dalam Menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

Kegiatan diskusi terfokus tersebut dilksanakan di Hotel Swiss Bell Kristal Kupang, Jumat 3 Maret 2023.

Hadir sebagai narasumber Ketua Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT, John Epi Parera serta DR. Laurensius Sayrani sebagai akademisi dari Fisip Undana.

John Epi Parera sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD NTT menyampakan materi tentang Potret Penerapan Kode Etik dilingkup DPRD NTT, sedangkan DR. Laurensius Sayrani membawa materi tentang Pendasaran Etis Pejabat Public.

Baca Juga : Gubernur NTT buat Kebijakan Sekolah SMA di NTT mulai Jam 5, Honing Sanny Surati Jokowi

Ditemui di tempat kegitiatan, Coordinator Peneliti U.R. Landuawang dari Bengkel APPeK NTT mengetakan bahwa  FGD ini merupakan rangkaian dari kegiatan riset tentang konflik kepentingan pejabat public di bidang sumberdaya alam dengan studi kasus keputusan pengadilan yang inkrah terhadap anggota dewan provinsi Nusa Tenggara Yimur.

Lebih lanjut U.R. Landuawang menyatakan bahwa untuk meminimalisir konflik kepentingan pejabat public dalam hal ini DPRD NTT.

Salah satu hal yang perlu di perkuat terkait dengan Kode etik yang akan menjadi pedoman untuk anggota dewan dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Hadir dalam FGD antara lain Ketua Fraksi Golkar , Fraksi PDIP, Fraksi Nasdem, Fraksi Gerindra, Fraksi Gabungan Demokrat, PKB dan Perindo selain itu juga hadir BBKSDA provinsi NTT, WALHI NTT, PaKU Undana dan Akademisi Fisip Unika.

Dalam kegiatan diskusi terfokus yang dengan Moderator Vinsensius Bureni tersebut, para peserta memberikan sejumlah Rekomendasi  yaitu:
1. Perlu ada revisi UU dan Peraturan pemerintah yang mengatur terkait dengan Kode Etik dan tata tertib dewan
2. Perlu ada penguatan kapasitas pada badan kehormatan
3. Perlu membangun diskusi dengan berbagai pihak baik secara formal maupun nonformal untuk mendukung kerja Badan Kehormatan Dewan
4. Dewan kehormatan harus independen dan netral dalam menjalankan tugasnya.***

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *