by

Bank NTT Akan Memberi Makanan Tambahan Kepada 6.000 Baduta Gizi Kurang di Wilayah NTT

MediaKitaNews.com– Bank NTT melakukan Kick Off Pemberian Makanan Tambahan Kepada 6000 Baduta Gizi Kurang Di Wilayah NTT di Batulesa Kupang Barat, Selasa 21 Juni 2022.

Dikutip dari akun Yotube, Bank NTT Official, tujuan dari kegiatan pemberian tambahan makanan bagi baduta gizi kurang adalah mendukung aksi konvergensi percepatan dari penurunan stunting .

Penurunan jumlah kasus Baduta Gizi kurang, sebanyak 6.000 anak yang tersebar di 1.019 Desa/kelurahan, pada 189 Puskesmas di Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi NTT.

Baca Juga : Transparency International Indonesia Dorong Partisipasi Publik Melalui Pengawasan Pengadaan Barang dan Jasa

Kegiatan Kick Off Pemberian Makanan Tambahan Kepada 6000 Baduta Gizi Kurang ini dirangkai dengan kegiatan panen bawang dan hadiri oleh 30 anak yang adalaj dari puskemas Batakte dan Desa Sumlili.

Selain dihadiri Gubernur NTT, Kegiatan dihadiri oleh Prof Kameo, staf khusus Bidang Ekonomi, Bupati Kupang Korinus Masneneo, Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, Direktur Utama Bank NTT Alex Riwu Kaho, dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah di lingkup Pemprov NTT.

Gubernur NTT bersama rombongan menyempatkan diri untuk mengikuti kebaktian syukur panen bawang merah di lahan pertanian milik GMIT Aku Ada Batulesa.

Baca Juga : Di Belu, Gadis Dibawah Umur Diperkosa Saat Pulang Dari Pesta

Setelah ibadah syukur panen, Gubernur NTT bersama rombongan panen bersama bawang merah yang dikelola jemaat GMIT Aku Ada Batulesa.

Dalam sambutannya, Gubernur mengaku bahwa dalam hal pembangunan di Nusa tenggara Timur, harus ada kerja kolaborasi untuk penurunan stunting.

“Gerakan penurunan stunting adalah gerakan bersama antar pemerintah, gereja dan semua orang, karena dalam injil mengajarkan kita untuk kerja bersama,” kata Gubernur Viktor Laiskodat.

Baca Juga : Temani Nenek Mencuci, Balita Tenggelam di Saluran Irigasi

Gubernur NTT mengaku senang karena GMIT Aku Ada Batulesa bisa mengelola lahan milik gereja untuk kepentingan pembangunan gereja.

“Saya senang GMIT Aku Ada Batulesa tidak datang ketemu saya dengan bawa proposal, tetapi datang menawarkan untuk panen hasil budidaya, ” ujarnya.

Ia berharap GMIT Aku Ada Batulesa terus mengelola lahan yang ada untuk kepentingan gereja dan Jemaat.

“Kalau lahan yang ada ratusan hektare maka ke depan saya datang harus panen yang besar, kalau di bawah 50 hektare biar bupati yang panen saja, ” katanya.

Baca Juga :Tidak Terima di PHK, 14 Karyawan APS Cabang Kupang Mengadu Ke Nakertrans NTT

Ketua Majelis Jemaat GMIT Aku Ada Batulesa Pendeta Vony Dolwala Adoe menjelaskan bahwa walaupun sempat diterjang badai Seroja mereka tetap fokus untuk mengelola lahan gereja.

Luas lahan pertanian di GMIT Aku Ada Batulesa, kata Pendeta Vony, ada 100 hektare lahan di desa Sumlili, tetapi baru 50 hektare yang dikelola karena kekurangan dana dan alat mesin pertanian.

“Kami meminta dukungan dari pemerintah untuk bersama gereja membangun sebuah lahan yang baik,” pungkasnya. ***

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 comments