Uncategorized

BKSDA Kalbar-YIARI selamatkan induk dan anak orangutan terjebak

7
×

BKSDA Kalbar-YIARI selamatkan induk dan anak orangutan terjebak

Share this article
Gambar: diambil dari www.antaranews.com(https://www.antaranews.com/rss/terkini.xml).

Pontianak (ANTARA) – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) menyelamatkan induk dan anak orangutan Mama Lifa dan Lifa yang terjebak di perkebunan sawit yang terdampak kebakaran di Kabupaten Ketapang. "Kedua orangutan ditemukan di Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, dengan hanya bertahan di antara beberapa pohon akasia dalam area sekitar 400 meter persegi yang dikelilingi perkebunan kelapa sawit," kata Direktur Operasional Program YIARI Argitoe Ranting di Ketapang, Minggu. Dia menjelaskan keberadaan Mama Lifa dan Lifa menunjukkan bagaimana orangutan dapat bertahan di area yang sangat terbatas ketika habitat di sekitarnya sudah tidak lagi mendukung. Keberadaan kedua satwa tersebut pertama kali dilaporkan masyarakat melalui Call Center BKSDA Kalbar pada Rabu (16/9). Menindaklanjuti laporan itu, tim Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (SKSDA) Wilayah Ketapang bersama Orangutan Protection Unit (OPU) YIARI melakukan verifikasi pada Kamis (17/9). Hasil verifikasi menunjukkan induk dan anak orangutan berada di kawasan yang sangat terbatas dan tidak lagi memiliki sumber pakan yang memadai.

Kondisi di sekitar lokasi juga telah terdampak kebakaran. "Ketika area yang tersedia sangat kecil dan sumber pakan tidak memadai, risiko bagi orangutan menjadi semakin besar," tuturnya. Setelah memastikan kondisi lapangan, tim memutuskan melakukan evakuasi pada Jumat (18/9). Untuk menjaga keselamatan satwa dan petugas, proses penyelamatan dilakukan menggunakan senapan bius. Kedua orangutan kemudian dipindahkan ke lokasi yang aman untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan luka bakar maupun luka lainnya pada induk yang diberi nama Mama Lifa maupun anaknya, Lifa.

Namun, suhu tubuh Mama Lifa tercatat mencapai 39,5 derajat Celsius. Tim medis kemudian memberikan pengobatan, dukungan cairan melalui infus, serta oksigen. Berdasarkan pemeriksaan gigi, Mama Lifa diperkirakan berusia sekitar 15 tahun, sedangkan Lifa yang masih menyusu diperkirakan berusia satu hingga dua bulan. Kepala BKSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane mengapresiasi masyarakat yang melaporkan keberadaan kedua orangutan tersebut, sehingga proses penyelamatan dapat segera dilakukan. "Respons cepat dari masyarakat sangat membantu kami memperoleh informasi awal, sehingga tim dapat segera melakukan verifikasi dan mengambil langkah penanganan di lapangan," katanya. Ia mengimbau masyarakat segera melaporkan keberadaan orangutan maupun satwa liar lain yang berada dalam kondisi terancam, terutama di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan penanganan sendiri, karena dapat membahayakan manusia maupun satwa. "Laporan dapat disampaikan kepada BKSDA Kalimantan Barat melalui Call Center di 0811-5670-041 atau 0811-5776-767 agar dapat ditindaklanjuti bersama pihak terkait dengan cara yang aman bagi masyarakat maupun satwa," ujar Murlan. Pewarta: Rendra Oxtora

Editor: Endang Sukarelawati

Copyright © ANTARA 2026

Sumber: www.antaranews.com

Uncategorized

MALANG – Kunjungan wisata ke Gunung Bromo dibuka kembali oleh pengelola pasca api padam. Keputusan pembukaan aktivitas wisata di Gunung Bromo disampaikan melalui surat edaran terbuka dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS)…