JAYAWIJAYA – Jenazah Aris Sanda (41), korban penembakan dan pembakaran kendaraan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama Darakma di kawasan Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Toraja, Sulawesi Selatan.nnKasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan, pihaknya bersama Satgas TNI masih melakukan pencarian dan pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut.
Upaya itu dilakukan setelah personel gabungan melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP).nn“Kami tetap tidak tinggal diam dan tidak mengenal lelah untuk terus melakukan pengejaran dan pencarian terhadap para pelaku yang telah melakukan tindakan keji tersebut,” katanya, dikutip, Minggu (20/9/2026).nnMenurut Yusuf, aparat masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan identitas serta keberadaan pihak KKB yang diduga terlibat.
Ia menegaskan penanganan perkara dilakukan melalui mekanisme penegakan hukum sehingga setiap tersangka harus dipastikan keterlibatannya sebelum dilakukan penangkapan.nn“Kita harus memastikan betul siapa para tersangka dan di mana keberadaannya sehingga dapat dilakukan penangkapan untuk kemudian diajukan ke proses hukum,” ungkapnya.nnDia menambahkan, aparat tetap mengedepankan proses penegakan hukum guna mencegah dampak terhadap masyarakat sipil.
Namun, apabila pihak yang diduga terlibat melakukan perlawanan saat proses penangkapan, aparat akan bertindak sesuai ketentuan yang berlaku.nn“Kami tidak bisa melakukan upaya di luar proses penegakan hukum karena yang akan menanggung akibatnya dan dirugikan adalah masyarakat sipil,” tandasnya.nnSementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan Satgas Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya telah melakukan sejumlah langkah penanganan di lokasi kejadian.nn“Satgas Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya telah melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara, olah TKP, penyisiran di sekitar lokasi, pengumpulan barang bukti, pendalaman keterangan para saksi, serta melakukan evakuasi terhadap korban,” kata Faizal.












