Berita

Serang Mengaji Tembus 90 Persen, Budi Rustandi Wajibkan Salat Duha Setiap Rabu

24
×

Serang Mengaji Tembus 90 Persen, Budi Rustandi Wajibkan Salat Duha Setiap Rabu

Share this article

SERANG, MEDIAKITANEWS — Pemkot Serang terus menggenjot program Serang Mengaji untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus membentuk akhlak dan adab pelajar.

Walikota Serang, Budi Rustandi, meminta kegiatan salat Duha dan membaca Al-Qur’an dilaksanakan setiap Rabu sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Permintaan itu disampaikan Budi saat membuka kegiatan Serang Mengaji di SMP Negeri 21 Kota Serang, Selasa (13/10).

Budi mengatakan, kegiatan salat Duha bersama tersebut juga dimaksudkan sebagai ikhtiar spiritual untuk mendoakan kemajuan Kota Serang, termasuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Karena sambil mendoakan Kota Serang agar cepat pertumbuhan ekonominya. Karena Duha itu mengundang rezeki,” kata Budi.

Ia menjelaskan, pemilihan hari Rabu juga berkaitan dengan hari kelahirannya. Menurutnya, hal itu menjadi motivasi untuk terus mendorong pengembangan program Serang Mengaji agar pelaksanaannya semakin baik.

“Bukan saya sombong, tapi kebahagiaan saya untuk memotivasi saya dalam rangka mengemas lebih bagus lagi, lebih baik lagi, terutama dalam Serang Mengaji,” ujarnya.

Budi menyebut capaian Serang Mengaji telah mencapai 92,6 persen. Pemkot Serang, kata dia, terus melakukan pengecekan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target.

Ia mencontohkan perkembangan program tersebut di SMP Negeri 5 Kota Serang. Dari sekitar 540 siswa, jumlah siswa yang belum mampu membaca Al-Qur’an berkurang dari 36 menjadi delapan orang.

“Dari 540 sekian murid itu yang tidak bisa mengaji 36. Nah, sekarang tinggal sisa 8,” ungkapnya.

Menurut Budi, program Serang Mengaji menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengetahui kemampuan membaca Al-Qur’an para siswa sekaligus memperkuat pembinaan akhlak dan adab sejak dini.

Ia menegaskan, pembentukan karakter anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran orang tua agar anak-anak memahami serta mengamalkan ajaran Nabi Muhammad SAW.

Pemkot Serang juga berencana memperluas jangkauan program Serang Mengaji ke tingkat SMA dan SMK melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi Banten.

Budi mengatakan, rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari permintaan Gubernur Banten, Andra Soni, agar program serupa dapat diterapkan kepada pelajar tingkat menengah atas, khususnya di Kota Serang.

“Alhamdulillah, kemarin Pak Gubernur memanggil Satgas Serang Mengaji dan meminta untuk kelas tingkat SMA dan SMK, khususnya di Kota Serang. Kita akan bersinergi dengan Pak Gubernur,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Zeka Bachdi, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan Satuan Tugas (Satgas) Serang Mengaji, capaian program tersebut tercatat sebesar 90,22 persen.

Dari total 8.259 siswa kelas IX, sebanyak 7.451 siswa dilaporkan telah mampu membaca Al-Qur’an. Dengan demikian, masih terdapat siswa yang perlu mendapatkan pendampingan agar memenuhi target program.

“Kalau per hari ini laporan dari Satgas Serang Mengaji itu 90,22 persen,” kata Zeka.

Ia menuturkan, Dindikbud bersama Satgas Serang Mengaji akan terus melakukan upaya penyelesaian terhadap siswa yang belum mampu membaca Al-Qur’an. Targetnya, capaian program dapat mendekati 100 persen pada akhir 2026.

“Jadi tidak terlalu banyak yang mau ditugaskan, tuntaskan oleh Satgas Serang Mengaji. Hari ini 90,22 persen, target 99,99 persen, sempurna 100 persen,” ujarnya.