Berita

Kemenhub Bantah Pencopotan Dirjen Hubla soal Insiden Pelayaran

14
×

Kemenhub Bantah Pencopotan Dirjen Hubla soal Insiden Pelayaran

Share this article
Gambar: diambil dari sindikasi.okezone.com(https://sindikasi.okezone.com/index.php/rss/0/RSS2.0).

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membantah kabar yang menyebutkan pergantian posisi Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, yang berlaku efektif mulai hari ini, Jumat (18/9/2026), dipicu oleh rentetan insiden kecelakaan pelayaran belakangan ini, seperti kapal laut yang terbakar hingga tenggelam. nnOtoritas perhubungan menegaskan perombakan pucuk pimpinan tersebut merupakan bagian dari peninjauan performa aparatur secara berkala di lingkup internal kementerian.nnPenataan birokrasi di lingkungan Ditjen Hubla diposisikan sebagai langkah rutin demi menjaga soliditas institusi dalam mengawal operasional transportasi laut. Kemenhub memastikan rotasi jabatan ini semata-mata ditujukan untuk mendorong efektivitas tata kelola manajerial serta pembagian tanggung jawab kedinasan.nn"Pergantian pimpinan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut merupakan hal normal serta bagian dari evaluasi dan penyegaran manajerial untuk memperkuat organisasi.

Langkah ini murni untuk menunjang tugas dan tanggung jawab kami, khususnya di bidang keselamatan serta pengawasan pelayaran," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik (BKIP) Kemenhub, Farida Makhmudah kepada iNews Media Group, Jumat (18/9/2026).nnPenyegaran struktur kepemimpinan di tubuh regulator perhubungan laut dinilai krusial guna mempercepat respons jajaran aparatur dalam menjawab tantangan operasional maritim nasional. Kementerian membutuhkan akselerasi kinerja komando agar eksekusi program pengawasan pelayaran dapat berlangsung lebih optimal dan adaptif.nn"Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk menghadirkan penguatan kepemimpinan serta memperkuat sistem pengawasan di internal.

Kami ingin memastikan seluruh jajaran memiliki fokus dan kecepatan yang sama dalam meningkatkan keselamatan pelayaran," kata Farida.

Berita

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengupayakan peningkatan produktivitas, efisiensi, dan daya saing industri agro, khususnya sektor hasil hutan dan perkebunan, melalui Program Restrukturisasi Mesin dan/atau Peralatan Sektor Industri Agro Tahun Anggaran (TA) 2026. Menteri…