Berita

MATADEWA Soroti Jarak Mahasiswa dengan Persoalan Warga

25
×

MATADEWA Soroti Jarak Mahasiswa dengan Persoalan Warga

Share this article

SERANG, MEDIAKITANEWS — Organisasi mahasiswa dinilai tidak boleh hanya hidup di lingkungan kampus dan sibuk dengan agenda internal. Mahasiswa perlu memiliki hubungan langsung dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ketua Umum Mahasiswa Taktis Demokratis Wanasalam (MATADEWA), Manarul Hidayat, mengatakan ukuran keberadaan organisasi mahasiswa tidak semata-mata dilihat dari banyaknya kegiatan yang digelar.

“Bagi kami, milad bukan sekadar merayakan usia. Justru ini waktunya melihat apakah selama enam tahun MATADEWA benar-benar bergerak dan memberi manfaat, atau hanya sibuk dengan kegiatan organisasi,” kata Manarul dalam dialog publik di Lansen Coffee, Kota Serang, Minggu (27 September 2026).

Menurutnya, mahasiswa harus mampu melihat persoalan masyarakat secara langsung. Dari sana, mahasiswa dapat menentukan bentuk keterlibatan yang sesuai dengan kemampuan dan pengetahuannya.

“Mahasiswa punya tanggung jawab untuk peka terhadap keadaan. Kalau ada persoalan di masyarakat, dia harus ikut andil dalam upaya untuk ikut menyelesaikannya,” ujarnya.

Sekretaris MATADEWA, Indra Maulana, mengatakan organisasi juga perlu menjadikan perjalanan enam tahun sebagai bahan untuk memperbaiki gerakan.

Ia menilai, mahasiswa perlu menjadikan organisasi sebagai ruang belajar untuk memahami persoalan sebelum menentukan sikap.

“Kita harus belajar memahami persoalan di sekitar (Kab Lebak-Banten), kita juga harus semakin berani untuk mengambil peran sesuai kemampuan yang dimiliki,” kata Indra.

Indra menambahkan, refleksi enam tahun MATADEWA pada akhirnya harus bermuara pada pertanyaan tentang kontribusi organisasi terhadap daerah asal.

“Setelah enam tahun berjalan, semuanya harus pandai berkaca pada diri sendiri, sudah sejauh mana kita berkontribusi untuk organisasi dan daerah kelahiran,” tandasnya.

 

 

Berita

Mataram (ANTARA) – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mendata seluruh aset berharga milik eks Kepala Kepolisian Resor Bima Kota Didik Putra Kuncoro yang berada di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Direktur Reserse Narkoba Polda NTB…