Jakarta (ANTARA) – Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin, untuk memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan. "Tugas Kepala Staf Kepresidenan itu adalah memastikan program prioritas Bapak Presiden, salah satunya adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi," ujar Dudung sebagaimana keterangan Kantor Staf Presiden (KSP) yang diterima di Jakarta, Senin. Dalam kunjungan tersebut, Dudung melihat secara langsung pelaksanaan proses pendidikan sekaligus perkembangan Sekolah Rakyat. Dia juga meninjau ruang kelas dan asrama untuk melihat secara langsung fasilitas yang digunakan para siswa dalam menjalani proses pendidikan dan kehidupan sehari-hari di Sekolah Rakyat. Peninjauan itu dilakukan untuk melihat kondisi di lapangan dan mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki. “Saat ini kita akan meninjau secara langsung bagaimana proses pendidikannya dan kalau misalnya ada hal-hal yang kurang tentunya saya akan komunikasikan dengan kementerian yang terkait," katanya. Kunjungan itu dihadiri oleh Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya dan turut mendampingi Kepala Staf Kepresidenan, yakni Plt.
Deputi IV KSP Fadjar Dwi Wishnuwardhani, jajaran staf khusus, dan staf ahli Kepala Staf Kepresidenan. Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program yang mendapat perhatian Presiden Prabowo. Dudung menyampaikan target pemerintah adalah membangun 590 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia hingga 2029. Saat ini, sebanyak 93 Sekolah Rakyat permanen telah didirikan pada tahap kedua. Selain itu, terdapat 66 Sekolah Rakyat usulan untuk tahap ketiga yang telah siap. Pembangunan Sekolah Rakyat ditargetkan mencapai sekitar 100 sekolah setiap tahunnya. Dia menilai program Sekolah Rakyat memiliki tujuan penting dalam memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan akses pendidikan.
Program tersebut juga memberikan berbagai fasilitas untuk mendukung proses belajar peserta didik. "Tujuannya adalah ingin bahwa anak-anak itu semuanya sekolah, tidak ada yang putus sekolah. Sehingga yang desil 1 sampai desil 5 yang putus sekolah, bahkan anak-anak jalanan, ini mendapat fasilitas yang luar biasa," ucap dia. Menurutnya, perhatian Presiden terhadap pembangunan sumber daya manusia tidak hanya diwujudkan melalui Sekolah Rakyat. Pemerintah juga menyiapkan berbagai program pendidikan lain untuk menciptakan generasi unggul, termasuk sekolah unggulan dan Sekolah Garuda. "Konsentrasinya Bapak Presiden adalah untuk menjelang menuju Indonesia Emas 2045. Jadi bibit-bibit unggul ini betul-betul dipersiapkan.
Kita mampu bersaing dengan negara luar," kata Dudung. Dia menyampaikan pembangunan sumber daya manusia menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi bonus demografi. Dengan sumber daya alam yang berlimpah dan sumber daya manusia yang mumpuni, Indonesia diharapkan semakin maju dan mampu meningkatkan daya saing bangsa. "Ke depannya dengan sumber daya alam yang berlimpah, sumber daya manusia yang juga mumpuni, Insyaallah 2045 bonus demografi ini akan menjadi modal utama bagi kita untuk semakin maju bangsa ini," ucap Dudung. Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Benardy Ferdiansyah












