by

GUBERNUR MINTA LEMBAGA KEAGAMAAN DAN PEMERINTAH MENYELESAIKAN MASALAH STUNTING DAN KEMISKINAN

\"\"

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), Selasa 25 Februari 2020 bertempat di Swiss Belin Hotel, menggelar dialog dengan Pimpinan Lembaga Keagamaan se-Nusa Tenggara Timur. Banyak hal yang diangkat oleh orang nomor satu di NTT ini, antara lain masalah Stunting dan Kemiskinan yang masih sangat tinggi di Provinsi ini. Gubernur sangat mengharapkan adanya kolaborasi antar lembaga, baik antara Pemerintah Provinsi dengan Lembaga Keagamaan maupun dengan pihak Pemerintah Kabupaten, agar kedua masalah ini dapat diselesaikan.

\"\"

Dengan mengandalkan tanaman Kelor yang telah diakui oleh WHO (Badan Kesehatan Dunia) sebagai \”Pohon Ajaib\” yang telah terbukti menuntaskan masalah kelaparan di Afrika saat itu, Gubernur sangat mengharapkan agar Lembaga Keagamaan maupun pihak Pemerintah Kabupaten dapat menanam kelor sebanyak – banyaknya demi menanggulangi masalah kemiskinan dan Stunting di NTT.

Dalam dialog ini, Gubernur juga mengatakan bahwa kehadirannya di Provinsi ini bukan untuk menyenangkan orang, tetapi kehadirannya untuk mengangkat Harkat dan Martabat masyarakat NTT ke arah yang lebih bermartabat.

\”Oleh karena itu jika ada pernyataan saya yang dianggap terlalu kasar, maka itulah saya. Karena NTT saat ini sudah sangat rawan terhadap berbagai persolan, makanya terapi yang harus dilakukanpun harus sedikit ekstrim,\” ungkap Gubernur.

\"\"

\”Lebih baik saya kasar tetapi untuk kepentingan masyarakat banyak, daripada saya halus tetapi masyarakat terus hidup dalam penderitaan,\” lanjut Laiskodat.

Setelah dialog ini selesai, Gubernur langsung menuju Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Kupang yang terletak di Kelurahan Kelapa Lima. Setibanya di lokasi ini,  Gubernur terlihat sangat kecewa dengan keadaan gedung sekolah tersebut. Tampak beberapa plafon dari gedung ini sudah terlepas dan nyaris roboh.

\"\"

Tampak Gubernur langsung menelpon Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT agar segera memperhatikan gedung sekolah ini agar segera direhab.

\"\"

Selain kondisi bangunannya yang sudah usang, sarana pendukung dalam kegiatan belajar mengajar pun masih sangat kurang, diantaranya mesin jahit dan mesin obras yang dipakai untuk pelatihan bagi siswa/i, yang awalnya berjumlah 10 buah, kini tersisa 4 buah saja yang masih berfungsi.

Gubernurpun langsung perintahkan Kadis Pendidikan Provinsi untuk segera diberikan bantuan.

Sam Babys/Staf Biro Humas dan Protokol NTT

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *