by

Anak Muda Dan Perempuan Kabupaten Kupang Belajar Manajemen Bisnis

Kupang, Mediakitanews.com – Sebagai upaya memperkuat perekonomian desa khususnya kelompok usaha di desa, maka Yayasan Alfa Omega dan Bengkel APPeK dengan dukungan Uni Eropa menggelar pelatihan  Manajemen Bisnis Bagi Kelompok Usaha Anak Muda dan Perempuan Desa.

Kegiatan pelatihan ini dilakukan di Hotel Neo Aston, Jalan Frans Seda Kota Kupang dari tanggal 26-29 April 2022, dengan melibatkan 55 peserta Kelompok Perempuan dan Pemuda dari desa dampingan program ENVISION (ENABLING CIVIL SOCIETY FOR INCLUSIVE VILLAGE ECONOMIC DEVELOPMENT) yang tersebar di 8 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kupang yaitu Kecamatan Semau, Kupang Barat, Kupang Timur, Amarasi, Amabi Oefeto, Amabi Oefeto Timur, Takari dan Amfoang Selatan.

Pantauan Mediakitanews.com, kegiatan dilaksanakan dalam suasana kekeluargaan dan peserta sangat antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan oleh Panitia maupun pemateri.

Materi-materi yang diberikan dalam pelatihan diantaranya, Peran dan Kontribusi Perempuan dan Pemuda di Desa Untuk BUMDes; Bisnis Model Canva; Pemasaran dan Media Promosi; Literasi Keuangan/Financial Dasar Bisnis.

Selain melakukan pelatihan di Hotel, para peserta juga diajak oleh pelaksana kegiatan untuk berkunjung ke Dekranasda NTT untuk  belajar tentang cara pemasaran, peningkatan Kualitas Produk Usaha.

Secara umum, Tujuan kehadiran program ENVISION di desa-desa adalah untuk membantu pemerintah dan masyarakat desa dalam memperkuat pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan mendorong partisipasi dari perempuan dan pemuda untuk berperan dalam mempromosikan pembangunan ekonomi di Desa.

Daniel Happu, Program Manager Project ENVISION Yayasan Alfa Omega, Dalam TOR Kegiatan menyebutkan bahwa Kegiatan Pelatihan ini bertujuan melatih perempuan dan pemuda tentang manajemen bisnis, keterampilan kewirausahaan, keterampilan keuangan.

Kegiatan ini akan membangun keterampilan teknis perempuan dan remaja di bidang literasi keuangan, manajemen bisnis, keterampilan wirausaha, sehingga mereka dapat berkontribusi pada BUMDes dan menyuarakan gagasan dan keprihatinan mereka.
Mengingat kegiatan ini dilakukan selama masa Covid-19, maka pihak penyelenggara akan memastikan penerapan protokol kesehatan yang ketat.***

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *